Bencana banjir dan air tampak di depan mata - 16 Mar 2011  
email to friend  Kirim halaman ini buat teman    Cetak

Bencana banjir dan air tampak di depan mata.
Para ahli global mengatakan bahwa skala banjir dahsyat dari bencana baru-baru ini di Pakistan dan Australia, dan yang biasanya hanya terjadi sekali setiap seratus tahun, sekarang diperkirakan menjadi sering setiap 20 tahun.

Peringatan itu datang dari sebuah konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Jaringan Air Canada (CWN), dengan 300 ilmuwan internasional, pembuat kebijakan, dan ekonom yang hadir. Eksekutif direktur CWN, Bernadette Conant, menggunakan sebagai contoh kota Smithers di British Columbia, yang telah mengalami tiga banjir besar hanya dalam dua dekade terakhir.

Para peneliti global memperkirakan bahwa perubahan iklim ditambah dengan peningkatan populasi akan mengakibatkan permintaan air melebihi pasokan sebesar 40%, membiarkan sepertiga dari umat manusia dengan hanya memperoleh separuh air untuk kebutuhan dasar dan juga mempengaruhi produksi pangan.

Dr Zafar Adeel, ketua badan Air PBB, yang mengkoordinasi upaya dari 28 badan-badan PBB yang berfokus pada isu-isu air global, memperingatkan, "Perubahan iklim akan mempengaruhi masyarakat dan ekosistem terbanyak melalui air, tetapi tidak ada cara lain untuk menyamaratakan krisis di depan mata. Dalam waktu yang tidak dapat diperkirakan, terlalu banyak air akan turun di beberapa tempat dan terlalu sedikit di tempat lainnya. "

Terima kasih apresiatif kami bagi Bpk. Adeel, Direktur Eksekutif Conant, ilmuwan dan organisasi lain karena menyoroti masalah nyata dan mendesak di zaman kita. Semoga kita mempercepat langkah kita untuk menghentikan perubahan iklim dan mengembalikan  planet ini yang hijau indah dengan sumber daya airnya yang cukup untuk semua.

Dalam pesan video untuk konferensi perubahan iklim Juni 2009 di Meksiko, Maha Guru Ching Hai membicarakan kegawatan air dan krisis terkait yang dihadapi planet, bersama dengan tindakan yang diperlukan untuk mencegahnya.

Maha Guru Ching Hai: Kami mempelajari saat ini perubahan iklim lebih buruk dari skenario terburuk yang diproyeksikan oleh Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) PBB dengan efek merusak dan sering fatal yang sudah terlihat melalui peristiwa ekstrim seperti terjadinya angin topan, banjir, kekeringan dan gelombang panas.

Kita sekarang dapat melihat betapa pentingnya menghentikan pemanasan planet dengan hal yang paling hijau dari seluruh kebijakan dan tindakan hijau, yang paling penuh kasih, yang paling heroik, tindakan yang paling menyelamatkan kehidupan, adalah : pola makan vegan, tepatnya vegan organik. Ini adalah asuransi jangka panjang untuk melawan perubahan iklim.

Mengadopsi pola makan nabati dapat menghentikan sebanyak 80% dari pemanasan global, memberantas kelaparan di dunia, menghentikan perang, mempromosikan perdamaian, dan itu akan membebaskan air Bumi serta banyak sumber daya berharga lainnya, menawarkan sebuah kelangsungan hidup untuk planet ini dan bagi kemanusiaan.
http://www.edie.net/news/news_story.asp?id=19477&channel=0&
title='1+in+100+year'+flood+disasters+could+happen+every+other+decade+
http://www.montrealgazette.com/technology/Canada+will+emerge+global+leader+water+panel/4359687
/story.html
http://www.cwn-rce.ca/news-and-events/featured/canada-to-take-leading-role/
http://www.unwater.org/members.html
http://www.worldwaterweek.org/documents/WWW_PDF/Resources/2010_07tue
/UN-Water_Seminar_Speakers_Bios.pdf
http://economicallygreen.ecomtechnology.com/?p=7711
http://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-1361374/Water-demand-outstrip-supply-40-20-years-climate-
change-population-growth.html?ITO=1490

Berita Tambahan
Sebuah laporan terbaru PBB menyatakan bahwa petani di negara berkembang bisa menggandakan produksi makanan dalam waktu sepuluh tahun dan menjaga pertanian mereka dari dampak perubahan iklim dengan mengganti pupuk kimia dan pestisida dengan metode pertanian organik yang berkelanjutan sebagai gantinya.
http://www.trust.org/alertnet/news/eco-farming-can-double-food-output-by-poor--un/,
http://www.guardian.co.uk/environment/2011/mar/08/eco-farming-double-food-output