Gletser Dataran Tinggi Tibet menurun drastis. - 21 Feb 2011  
email to friend  Kirim halaman ini buat teman    Cetak

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Biro Penelitian Geologi China, peningkatan suhu pada kecepatan sekitar 0,3 derajat Celcius setiap dekade selama lebih dari 30 tahun telah menyumbang pada penyusutan rata-rata gletser sebesar 130 kilometer persegi setiap tahunnya.

Terlebih lagi, penurunan gletser di daerah yang dikenal sebagai “atap dunia” dan “kutub ketiga” Bumi telah semakin cepat bahkan pada tahun-tahun terakhir ini, dimana beberapa bagian telah berkurang lebih dari 10%. Menurut para peneliti, perubahan iklim disebabkan oleh peningkatan gas rumah kaca dan karbon hitam.

Pada kecepatan saat ini, bahkan tanpa menyadari terus berlangsungnya percepatan akibat pemanasan global, para ilmuwan memperkirakan bahwa area gletser akan berkurang sampai kurang dari 75% dari ukuran aslinya pada pertengahan abad nanti.

Berbicara tentang implikasi berbahaya pada daerah ini, Qin Dahe, mantan kepala Badan Meteorologi China, menyatakan, “Gletser Tibet berkurang pada kecepatan lebih tinggi dibanding bagian dunia lainnya. Dalam jangka pendek, kejadian ini akan menyebabkan danau meluas dan terjadinya banjir bandang dan arus lumpur. Dalam jangka panjang, gletser merupakan penopang utama sungai-sungai di Asia termasuk sungai Indus dan Gangga. Sekali gletsernya menghilang, persediaan air ke daerah tersebut akan dalam bahaya.”

Terima kasih para ilmuwan, atas upayanya meningkatkan kesadaran tentang keadaan bahaya dari Dataran Tinggi Tibet. Mari kita dengarkan pertanda darurat ini dan bertindak untuk mendinginkan Bumi melalui pilihan gaya hidup kita yang lebih peduli lingkungan.

Maha Guru Ching Hai telah sering memperingatkan besarnya perubahan yang merugikan yang mungkin terjadi tanpa campur tangan efektif manusia, seperti saat konferensi video pada bulan Agustus 2009 di Thailand, dimana Beliau menawarkan solusi yang berkelanjutan.

Maha Guru Ching Hai: Segalanya memanas begitu cepat, seperti yang bisa kita lihat dari laporan para ilmuwan mengenai kegemparan darurat, seperti kenaikan permukaan laut dan pencairan gletser.

Kejadian ini menyebabkan banjir bandang tapi sebenarnya akan menyebabkan kekeringan dan berkurangnya persediaan air secara meluas. Jadi kita harus bekerja dengan cepat untuk menghindari akibat yang tidak diinginkan. Dan cara paling efektif adalah, seperti yang telah saya sebutkan, yaitu pola makan vegan organik, pertanian sayuran organik. Ini juga cara tercepat untuk membalik kenaikan pemanasan iklim untuk mencegah kerusakan dan bencana lebih lanjut.

Semakin banyak orang yang mengerti dan berubah, semakin banyak kesempatan dunia kita akan diselamatkan tepat waktu.
http://www.china-observer.de/?x=entry:entry110208-141522, http://news.sina.com.cn/c/2011-02-08
/044621923116.shtml
http://www.google.com/hostednews/afp/article/ALeqM5g1eE4Xw3njaW1MKpJRYOch4hOdLQ 
http://www.philstar.com/Article.aspx?articleId=656847&publicationSubCategoryId=77