Pameran foto memperlihatkan hilangnya gletser - 26 Jul 2010  
email to friend  Kirim halaman ini buat teman    Cetak

Untuk menunjukkan dampak pemanasan global terhadap gletser, pendaki gunung, pembuat film, dan juru potret AS, David Breashears, memutuskan untuk memotret berbagai gletser Himalaya sambil berdiri di atas tempat yang sama seperti tempat foto-foto pendaki gunung ikonis yang lama.

Saat dilihat berdampingan, perbandingan foto-foto masa lalu dan sekarang ini menggambarkan perbedaan yang tajam akan hilangnya es akibat memanasnya temperatur serta polusi karbon hitam.

Gambar yang merupakan sebagian dari Proyek Pencitraan Penelitian Gletser Bapak Breashears (GRIP), baru-baru ini dipertunjukkan di Museum dan Masyarakat Asia di New York, AS untuk meningkatkan kesadaran akan fakta mencemaskan ini.

Bersama dengan pemandangannya yang membangkitkan rasa kagum, gletser Himalaya selama ribuan tahun telah mengisi badan air utama di Asia sampai saat ini, termasuk Sungai Gangga, Indus, Mekong, dan Kuning. Dua miliar orang tergantung pada sungai ini, begitu juga gletser, untuk air minum dan pertanian.

Satu foto tampak muka dari Gunung Everest di Himalaya, misalnya, diambil di lokasi yang sama seperti lokasi gambar yang dibuat oleh pendaki gunung legendaris Inggris, George Mallory.

Foto yang lama memperlihatkan gletser besar Rongbuk sebagai sungai es beku purbakala raksasa, namun foto Bpk. Breashears yang lebih baru sebaliknya memperlihatkan palung berbatu, kemunduran gletser hingga ke lembah, dan membuktikan gletser itu telah kehilangan 97,5 meter massa es vertikalnya antara tahun 1921 dan 2009.

Bapak Breashears juga memperhatikan bahwa sejak ia sendiri mendaki Gunung Everest tahun 1981 dan beberapa kali lagi selama puluhan tahun, suhunya telah jauh lebih panas di wilayah yang lebih tinggi dan esnya terlihat lebih tipis.

Profesor Orville Schell, Direktur Hubungan AS-China di Masyarakat Asia berkata tentang pameran itu, "Pencairan gletser dapat kita lihat dengan begitu nyata di foto-foto ini, ini adalah peringatan visual yang sangat konkret bagi kita. Kita bisa melihat apa yang sedang terjadi. Dan jika tidak kita indahkan, maka kita akan memetik hasil yang tidak menyenangkan selama dekade mendatang."

Terima kasih kepada Bapak Breashears, Profesor Schell, dan Masyarakat Asia yang telah membantu mendokumentasikan perubahan iklim dengan cara yang demikian menarik dan mudah dilihat. Semoga upaya Anda mendorong kita bertindak cepat dan tekun untuk menghentikan mundurnya gletser dan melestarikan dunia kita.

Membicarakan situasi mengerikan ini, Maha Guru Ching Hai telah mendesak para pemimpin dunia untuk mengadopsi langkah segera dan efektif, seperti yang ditujukan kepada para hakim dan juri pemerintahan di Meksiko pada bulan Oktober 2009.

Maha Guru Ching Hai: Gletser yang dulu menjulang tinggi, surut begitu cepat sehingga lebih dari 2 miliar orang sudah kekurangan air dan makanan. Lebih banyak lagi yang menderita kekurangan akibat puluhan ribu sungai dan perairan hilang atau mengering.

Di masa yang paling genting untuk planet ini, saya mohon rahmat Anda untuk membantu negara Anda dan dunia kita, menghindari bencana perubahan iklim yang akan segera datang. Jika Anda tidak melakukannya, akan ada bencana amat besar, penderitaan yang amat besar bagi orang-orang, keluarga, dan anak-anak sampai-sampai hati nurani kita mungkin tak akan pernah bisa menanggungnya. Kita tidak bisa menunggu energi berkelanjutan dan teknologi hijau tersedia dan digunakan oleh semua orang. Itu akan sangat terlambat. Kita harus menjadi vegan untuk selamatkan planet kita.

http://economictimes.indiatimes.com/environment/global-warming/Himalayan-ice-shrivels-in-global-warming-
Exhibit/articleshow/6175804.cms
http://green.blogs.nytimes.com/2010/07/15/then-and-now-the-vanishing-glaciers/?src=mv