Zona mati lautan mungkin menjadi tanda kepunahan massal - 19 Dec 2010  
email to friend  Kirim halaman ini buat teman    Cetak

Ilmuwan laut Australia membunyikan alarm tentang penyebaran zona mati yang besar di lautan. Profesor Ove Hoegh-Guldberg, dari Universitas Queensland dan Pusat ARC Unggul untuk Penelitian Terumbu Karang (CoECRS), mengatakan ada bukti dimana penurunan level oksigen di lautan telah memainkan peranan utama dalam sedikitnya empat dari lima kepunahan massal masa lalu.

Dengan jumlah zona mati telah bertambah lebih dari 400 selama periode 2000-08, beberapa daerah sekarang seluas 70.000 km persegi ukurannya. Memperhatikan hubungan antara zona yang miskin-oksigen dan perubahan iklim serta aktivitas manusia seperti limbah peternakan, Profesor Hoegh-Guldberg menyatakan bahwa kehadiran hal ini dapat mengubah seperti derajat campuran yang berlangsung antara air permukaan dan dalam.

Peduli tentang efek dari perubahan ini, ia berkata, “...Intinya adalah aktivitas kita di lahan yang memberi pengaruh besar atas apa yang terjadi di lautan dan sekarang kita mulai menuai hasil dari perubahan itu. Kita mulai melihat perubahan pada kemampuan lautan dalam menghasilkan oksigen dan ... makanan dan.. semua pelayanan ekosistem yang begitu penting tidak hanya bagi kita, tapi semua organisme lainnya di planet.”

Terima kasih kami Profesor Hoegh-Guldberg dan semua ilmuwan yang bekerja untuk mengerti hubungan antara menurunnya kehidupan laut & perubahan iklim. Semoga berita peringatan seperti itu membuat kita mengadopsi hidup berkelanjutan selagi masih ada kesempatan.

Selama konferensi video Oktober 2009 di Formosa, Maha Guru Ching Hai menyampaikan masalah zona mati dan mengingatkan cara untuk melestarikan laut dan planet.

Maha Guru Ching Hai: Angka dari zona mati lautan yang tidak memiliki oksigen telah meningkat dari hanya 49 buah di tahun 1960-an menjadi 405 di tahun 2008. Dan saya yakin jumlahnya lebih banyak sekarang, ada jauh lebih banyak zona mati lautan sekarang ini. Zona mati di Teluk Meksiko adalah salah satu yang terbesar di dunia. Seluas 22.000 kilometer persegi dan terbentuk terutama akibat peternakan, termasuk makanan yang dihasilkan dari ternak dan pupuk. Sekitar 212.000 ton metrik ikan diperkirakan mati di zona mati Teluk Meksiko setiap tahunnya. Mengenai instruksi konkret dan bimbingan untuk menghindari kehancuran planet ini, sekali lagi: menjadi vegan, bertindak hijau, lakukan perbuatan baik dan menjadi pengasih. Itu adalah cara hidup penuh kasih, itu adalah cara hidup yang mulia. Kita harus mengembangkan kualitas mulia bawaan kita, sebab bagaimanapun juga, kita adalah makhluk manusiawi. Dan, itu adalah satu-satunya jalan agar kita bisa menyelamatkan planet ini dari kehancuran.

http://www.abc.net.au/news/stories/2010/11/30/3080628.htm?site=news
http://www.sciencealert.com.au/news/20100112-21643.html?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed:+sciencealert-latestnews+(ScienceAlert-Latest+Stories)