Penguin Afrika Selatan yang unik hadapi masa depan yang penuh bahaya - 11 Jan 2011  
email to friend  Kirim halaman ini buat teman    Cetak

Sebagai satu-satunya spesies penguin yang berasal dari Afrika, populasinya telah menurun 95% sejak zaman pra-industri, dan jumlahnya terus berkurang. Perubahan iklim dan penangkapan ikan termasuk di antara ancaman terbesar bagi sekitar 80.000 ekor yang tersisa. Juga dikenal sebagai penguin berkaki hitam, kerentanan spesies ini semakin meningkat oleh tumpahan minyak besar-besaran tahun 2000.

Cepatnya berbagai bantuan internasional pada waktu itu berhasil menolong hampir 40.000 burung ini yang diselamatkan dari pencemaran minyak atau diungsikan ke tempat yang aman. Namun demikian, jumlah penguin berkaki hitam ini terus mengalami penurunan, dan para ahli biologi di Akademi Sains California di AS saat ini berkoordinasi dengan kebun binatang di seluruh Amerika Utara untuk menjaga populasi di sana, dengan harapan melepasliarkan lagi mereka setelah habitat alami mereka menjadi stabil.

Berbicara tentang perlunya menangani pemanasan global dan praktik penangkapan ikan, ahli biologi Brooke Weinstein dari Akademi Sains California, berkata, “Saya kira masih belum terlambat, tapi saya pikir penting sekali bagi manusia membuat perubahan yang perlu kita buat, karena tidak ada yang menginginkan dunia tanpa burung penguin.”

Terima kasih kami, Ibu Weinstein, Akademi Sains California, dan semua yang berupaya dengan penuh kasih dan pengabdian untuk menyelamatkan penguin Afrika Selatan. Mari kita semua ikut memilih pola makan nabati yang menyelamatkan hidup dan meringankan jejak kaki manusia di planet kita serta memungkinkan spesies lain untuk berkembang.

Dengan keprihatinan yang dalam atas keadaan buruk hewan-hewan sesama penghuni Bumi kita, Maha Guru Ching Hai selama konferensi video Agustus 2009 di Thailand mendorong umat manusia, seperti pada banyak kesempatan sebelumnya, untuk lebih peduli demi memastikan kesejahteraan semua makhluk di Bumi.

Maha Guru Ching Hai: Sungguh menyedihkan karena teman-teman hewan kita sangat menderita luar biasa akibat efek pemanasan global. Banyak hewan yang sekarat atau hampir punah atau sudah lenyap karena temperatur yang tak tertahankan atau mereka dipaksa keluar dari habitat mereka, sama seperti manusia yang menjadi pengungsi iklim, kecuali bahwa mereka tidak diperlengkapi seperti kita dalam beradaptasi terhadap lingkungan baru. Untuk menjamin perdamaian dan kenyamanan semua hewan penghuni Bumi kita, pertama-tama kita benar-benar harus berhenti mengonsumsi mereka, hewan apa saja. Lalu, daerah-daerah dan habitat-habitat liar akan terpulihkan, demikian pula kehidupan alami hewan-hewan. Itu adalah cara terbaik untuk melindungi mereka, untuk menunjukkan kasih kita kepada mereka.

http://english.cntv.cn/program/newshour/20110108/106722.shtml
http://intbirdrescue.blogspot.com/2010/10/bittersweet-great-penguin-rescue-in.html
http://www.boston.com/news/science/articles/2011/01/09/to_the_rescue
http://en.wikipedia.org/wiki/African_Penguin