Kerugian dari hilangnya keragaman hayati - 22 Jul 2010  
email to friend  Kirim halaman ini buat teman    Cetak

Suatu kajian dua tahun oleh perusahaan akuntansi PriceWaterhouseCoopers, yang ditugaskan oleh Program Lingkungan PBB (UNEP) berjudul "Ekonomi Sistem Lingkungan dan Keragaman Hayati" (TEEB) menilai dampak ekonomi dari praktik-praktik bisnis merusak lingkungan yang melumpuhkan dan mencegah flora dan fauna, memberikan pelayanan ekosistem.

Laporan ini menarik perhatian pada kerugian miliaran dolar yang sebagian besar diabaikan akibat aktivitas yang menyebabkan pencemaran air, gundulnya hutan, terkurasnya ikan, dan hilangnya lahan karena erosi tanah dan kekeringan.

Perkiraan kerugian tahunan terhadap ekonomi dunia di tahun 2008 untuk praktik demikian adalah antara US$2 triliun dan US$4,5 triliun, setara dengan 7,5% dari pendapatan global.

Penemuan-penemuan ini sungguh kritis saat ini karena pemanasan global akibat ulah manusia terus memicu kemerosotan cepat dari keragaman hayati global.

Dr. Heather MacKay dari Konvensi Ramsar, perjanjian konservasi lahan basah internasional, berbicara kepada Supreme Master Television tentang gawatnya situasi ini.

Dr. Heather MacKay, Ketua Panel Sains dan Pengkajian Konvensi Ramsar (STRP): Ini sudah sampai pada titik yang sangat serius. Kami sekarang melihat banyak titik-titik kritis yang sangat penting sudah dicapai di dalam ekosistem. Jadi kami sangat khawatir dan perlu mencoba dan membalik hal ini.

Supreme Master TV: Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menyebut pemeliharaan ternak untuk produksi daging dan susu ada di antara faktor-faktor utama penyebab hilangnya keragaman hayati. Seperti yang disebutkan pada laporan FAO sebelumnya, “Memang sektor ternak sangat mungkin adalah pemain utama dalam berkurangnya keragaman hayati, karena ia adalah pendorong utama penggundulan hutan, serta salah satu penggerak utama kemunduran kualitas tanah,  polusi, perubahan iklim, penangkapan ikan berlebihan, pengendapan daerah pantai dan mempermudah serbuan spesies asing.”

Dr. Heather MacKay: Produksi ternak intensif memang benar-benar dapat menghabiskan sumber daya secara berarti. Kita semua harus memeriksa pola makan kita, makanan dan konsumsi kita, dari mana sumber air kita. Semua hal itu akan menjadi penting. Kita perlu bekerja dalam tingkat pemerintahan internasional, tingkat nasional dengan kebijakan dan undang-undang, tetapi kita juga perlu aktif memulihkan ekosistim besar, memulihkan keragaman hayati, melindunginya.

Supreme Master TV: Terima kasih, Dr. MacKay, PriceWaterhouseCoopers dan UNEP yang telah menyoroti satu aspek lain dari keuntungan sangat besar yang disediakan oleh tumbuhan dan hewan-hewan di lingkungan kita. Semoga kita semua segera menjalankan pola makan nabati yang melestarikan keragaman hayati demi ekonomi global serta semua kehidupan di Bumi.

Maha Guru Ching Hai sejak lama telah menekankan pentingnya untuk melestarikan dan melindungi semua makhluk penghuni Bumi, seperti pada konferensi video bulan Juli 2008 di Formosa (Taiwan).

Maha Guru Ching Hai: Jadi kita kehilangan banyak spesies yang berharga ini, banyak dari kita yang hilang, karena mereka adalah kita. Dan kita masih belum bangun juga. Kita seharusnya punya lebih banyak peraturan, lebih banyak pedoman, untuk melindungi habitat alami. Di atas semuanya, pencerahan adalah hal yang benar-benar diperlukan untuk memerintah. Itu yang pertama. Dan pola makan vegan dengan motif yang benar, yang kedua, akan menawarkan lebih banyak welas asih dan wawasan, juga akan membantu melestarikan habitat alami yang berharga bagi satwa liar dan melindungi sumber daya bagi manusia.
http://www.businessgreen.com/business-green/news/2266348/un-warns-biodiversity-loss
http://www.bbc.co.uk/news/10587022
http://gbo3.cbd.int/media/2721/gbo_en_web.pdf