Penangkapan ikan mengancam ekosistem terumbu karang.- 25 Jan 2011  
email to friend  Kirim halaman ini buat teman    Cetak

Sebuah penelitian terumbu karang selama 18 tahun di lepas pantai Kenya yang dilakukan oleh gabungan ilmuwan dari Masyarakat Konservasi Alam dan Universitas Kalifornia di AS menemukan kaitan signifikan antara penangkapan ikan dan penurunan kesehatan terumbu karang.

Khususnya, para peneliti menemukan bahwa hilangnya terutama spesies ikan tertentu mengganggu keseimbangan ekosistem terumbu karang dan mengakibatkan pertumbuhan spesies bulu babi yang berlebihan. Bulu babi kemudian ditemukan memakan sejenis alga yang biasanya membantu membangun kembali sistem terumbu karang. Pada penelitian itu, daerah dimana penangkapan ikan dilarang ternyata tercatat memiliki lebih sedikit bulu babi dan dikaitkan dengan terumbu karang yang lebih sehat.

Selain keindahannya yang luar biasa, terumbu karang adalah penting bagi ekosistem laut, yang menyediakan rumah bagi lebih dari sejuta spesies ikan dan 25% dari semua kehidupan laut, selain itu juga memberikan perlindungan alami dari efek kerusakan badai.

Peneliti terkemuka Dr. Tim McClanahan dari Universitas California di Santa Cruz menyatakan, “Penelitian ini menggambarkan efek berantai dari kehilangan ikan pada sistem terumbu karang dan pentingnya menjaga populasi ikan demi kesehatan batu karang.”

Terima kasih banyak, Dr. McClanahan dan rekan di Universitas California dan Masyarakat Konsevasi Hewan, atas penelitian mendalamnya pada ekosistem terumbu karang. Mari kita mengalihkan langkah untuk memastikan perlindungan pada semua makhluk demi kelangsungan hidup hewan laut dan habitat alami lain yang juga penting bagi keseimbangan planet kita.

Selama konferensi video bulan Oktober di Indonesia, Maha Guru Ching Hai berbicara seperti pada banyak kesempatan sebelumnya tentang masalah yang disebabkan karena praktik pembunuhan seperti penangkapan ikan serta Beliau mendesak agar hidup tanpa menggunakan semua produk hewani untuk menyelamatkan lingkungan dan akhirnya diri kita sendiri.

Maha Guru Ching Hai: Di negara Anda, Indonesia, dimana penangkapan ikan besar-besaran adalah umum pada area terumbu karang yang berharga, satu laporan telah menunjukkannya, saya kutip tepat dari laporan itu: “Kelebihan penangkapan ikan menyebabkan lebih banyak kerusakan terumbu karang dibanding oleh gempa bumi atau tsunami.”

Penangkapan ikan besar-besaran menyebabkan ikan yang tersisa menjadi makin kecil, jadi ukuran jala diperkecil untuk menangkap ikan yang lebih kecil, menyebabkan ikan lain juga terjaring. Ikan lain yang tidak diinginkan nelayan juga terjaring. Jadi, bahkan malah menghancurkan lebih banyak ekosistem laut dan menghancurkan lebih banyak ikan.

Pemerintah Indonesia juga memahami kerusakan laut akibat penangkapan ikan, dan juga mengatakan bahwa 94% terumbu karang Indonesia sedang sekarat – hanya di negara Anda saja.

Jadi Anda bisa melihat bahwa pola makan daging, industri ternak itu mematikan hewan laut, mematikan laut kita, mematikan terumbu karang, mematikan semua hal penting serta melindungi kita – hanya demi keuntungan cepat, kita mematikan dunia kita dan membunuh diri sendiri. Jika kita sungguh berharap untuk menyaksikan keharmonisan sejati, kita harus harmonis, termasuk perilaku makan yang harmonis setiap kali menuju ke meja makan. Damai, penuh kasih, murah hati dimulai dari piring kita.
http://www.upi.com/Science_News/2011/01/14/Overfishing-blamed-for-ocean-reef-loss/UPI-18771295044193/ , http://www.physorg.com/news/2011-01-fisheries-coral-reefs-faster.html