Halo, pemirsa yang budiman! Hari ini, kami akan menghadirkan kisah
animasi tentang anak lelaki bernama Timmy yang bertemu dengan beberapa
teman hewan baru, yang masing-masing akan mengisahkan tentang dirinya.
Kartun ini dibuat oleh para anggota Asosiasi kami. Mari nikmatilah!
Petualangan Timmy
Timmy: Oh oh! Jangan takut!
Orang Tua: Apa yang terjadi?
Timmy: Seekor elang ingin menangkap anak-anak ayam. Jadi aku mengusirnya.
Orang Tua: Oh, Timmy kau sangat berani.
Ayah:
Ayam betina ini makin tua. Kemungkinan saja besok seorang teman akan
mengunjungi kita. Bagaimana jika memasaknya untuk suguhan tamu kita?
Timmy: Kau mau membunuhnya? Lalu, bagaimana dengan anak-anaknya?
Ibu: Kita akan membesarkannya. Selain itu, bukankah kau suka makan ayam?
Timmy:
Aku tidak mau makan ayam, tidak mau lagi. Kau tidak tahu kalau kita
harus membunuh ayam untuk makan dagingnya. Tolong jangan membunuh dia.
Ayah: Jangan bodoh!
Timmy: Ibu, bukankah kau selalu menyuruh aku mengasihi hewan?
Ibu: Ya, tetapi Timmy, kita harus makan. Kita harus makan.
Timmy: Kita bisa menjadi vegetarian (vegan) sebagai gantinya.
Ayah: Kau terlalu muda untuk memahami segalanya. Tetapi kau akan memahaminya saat kau dewasa.
Timmy: Tindakan kalian bertentangan dengan kata-kata kalian!
Timmy (Timmy berlari kepohon,menangis. Dia membentur sapi): Aduh! Sakit.
Sapi Tua: Muu, kenapa kau tidak lihat ke depan saat kau berlari?
Timmy: Sapi bisa berbicara?
Sapi Tua: Kau pikir hanya kau manusia bisa berbicara?
Timmy: Maaf. Kenapa kau mau pergi begitu tergesa-gesa?
Sapi Tua: Kau para manusia ingin membunuhku, dan aku mau lari untuk menyelamatkan diri!
Timmy: Kenapa orang-orang ingin membunuhmu?
Sapi Tua (menangis): Karena
aku sudah tua, dan tinggal di industri peternakan. Untuk mengeluarkan
susu, kami dihubungkan dengan mesin pemerah susu beberapa kali sehari.
Kami disuntik, dan diberi obat-obatan khususnya hormon yang kuat. Kami
dipaksa menghasilkan susu 10 kali lebih banyak dari yang biasanya kami
hasilkan. Tiap detik hidup kami, sangat menderita kesakitan, mental dan
jasmani. Kami pun tidak tahu dimana bayi kami nantinya. Kini aku tidak
mampu melahirkan atau menghasilkan susu, maka peternaknya akan
membunuhku untuk dibuat daging cacah. Aku melarikan diri saat mereka
tidak melihat. Apa yang kau lakukan di hutan sini?
Anak Ayam: Cit! Orang tua Timmy akan membunuh ibuku untuk hidangan. Jadi kami lari. Kami belum tahu kemana akan pergi.
Timmy: Bagaimana jika kita berkelana bersama? Mari kita ke tempat dimana semuanya bisa hidup berbahagia.
Sapi Tua: Oh, bagus sekali, jadi kita akan punya banyak teman!
(Berjalan melewati pepohonan, mereka menemukan sungai.)Timmy: Airnya begitu kotor!
Anak Ayam A(jantan): Cit, aku haus, dan aku ingin minum air!
Timmy: Air ini tidak bisa diminum. Kau akan sakit jika meminumnya.
Anak Ayam B(betina): Cit, tempat apa ini?
Sapi Tua: Nampaknya peternakan babi.
(Babi berteriak dan berlari) Timmy: Uh oh!
Babi Gemuk(jantan): Oink, aku tidak bisa berlari lagi.
Timmy: Aku kira kita tersesat.
Anak Ayam C(betina): Ini semua karena kau. Kau menakuti kami agar terus berlari, dan kini kita tersesat.
Babi Gemuk: Aku sangat ketakutan, pemeliharaku melihatku gemuk, sehingga dia ingin menjualku untuk dibunuh demi hidangan.
Anak Ayam(A): Cit, itu menjijikkan!
Anak Ayam(B): Cit, itu kejam!
Babi Gemuk:
Aku dikurung dalam kurungan sempit, dan akupun tidak bisa berputar di
dalamnya. Pemeliharaku memaksaku memakan banyak makanan. Meski aku
gemuk, tapi aku berpenyakitan di seluruh tubuhku. Siapa yang mau tahu
dengan penderitaanku! Hari ini mereka ingin mengirimku ke rumah jagal,
jadi aku melarikan diri.
Timmy: Kenapa sungai di luar peternakan begitu kotor? Tidak bisa diminum.
Sapi Tua: Semua
peternakan dimana-mana sama saja. Di Amerika, kotoran hewan di
peternakan 130 kali lebih banyak dari kotoran manusia di negaranya.
Limbah kotoran hewan yang sangat pekat ini menjadi polusi air, udara,
dan merusak lapisan atas tanah. Gas yang dilepaskan hewan dan metana
yang dihasilkan dari limbah hewan adalah penyebab pemanasan global. Ini
20 kali lebih buruk dari karbon dioksida. Demi membuat peternakan,
banyak pepohonan dirusak dan ditebang. Hilangnya pepohonan telah
menyebabkan karbon dioksida di udara dengan cepat bertambah, dan
mempercepat efek rumah kaca. Sehingga, cuaca pun menjadi lebih hangat.
Itulah mengapa gletser di kawasan Arktik, dan Antarktik kini mencair dan
kenaikan air laut melanda daratan di sepanjang garis pantai. Bumi
bergantung pada es untuk memantulkan sinar matahari kembali ke angkasa
dan untuk memelihara temperatur lautan. Sinar matahari akan bisa
langsung masuk ke lautan dan menyebabkan temperatur lautan meningkat
lebih cepat. Jumlah gas yang besar di bawah lautan mungkin akan
dilepaskan, dan bisa meracuni serta membunuh semua makhluk di dunia.
Timmy: Kenapa kau tahu banyak info!
Sapi Tua:
Kau kira hanya manusia saja yang tahu informasi semacam ini? Kalian
manusia hanya memiliki pengetahuan terbatas lewat bahasa. Kami hewan
tahu banyak hal dari dalam batin. Kau bahkan berpikir bahwa kami ini
bodoh!
Babi Gemuk: Itu
benar. Manusia menyebut kami babi-babi yang bodoh! Mereka makan daging,
lalu menjadi gemuk, terkena penyakit jantung, tekanan darah tinggi,
serangan jantung, dan banyak masalah lain. Hewan diberi makan, dan
disuntik berbagai macam hormon dan obat antibiotik. Saat makan daging
hewani, zat-zat ini akan diserap ke dalam tubuh manusia, dan akan
merusak sistem kekebalannya. Banyak hewan berpenyakit kanker atau yang
lainnya, jadi makan daging itu berarti makan sel-sel sakit. Itu sungguh
menakutkan! Pola makan nabati menjaga manusia tetap sehat dan bisa
menyelamatkan dunia dari wabah kelaparan. Agar makan daging, umat
manusia bukan hanya menyebabkan orang lain kelaparan, tetapi juga
merusak lingkungan, manusia menyebabkan kami menderita, dan mati
kesakitan.
(Menangis) Timmy: Oh, sungguh mengerikan! Aku juga tidak menyukai itu.
Anak Ayam A: Siapa yang menangis?
Anak Ayam B: Ayo ditengok.
Anak Ayam C:Aku ingin tidur!
Timmy: Seekor anjing jalanan. Kenapa kau menangis?
Anjing jalanan(jantan): Woo. Keluargaku tidak menginginkanku lagi.
Babi gemuk(jantan): Kenapa?
Anjing jalanan:
Saat aku masih mungil, pemelihara kecilku melihatku di toko hewan
peliharaan. Dia meminta orang tuanya untuk membeliku, dan membawaku
pulang. Lalu saat aku jadi besar, aku tidak nampak lucu lagi dan kadang
kala aku sering jatuh sakit. Jadi orang tuanya merasa terbebani, dan
membuangku begitu saja. Aku telah demikian setia pada mereka, dan mereka
memperlakukanku seperti ini!
Anak Ayam A(betina): Tidakkah mereka memiliki kasih dalam hatinya?
Anak Ayam B(betina): Mereka tidak tahu bahwa kita juga mempunyai perasaan, sama seperti manusia!
Anak Ayam C(betina): Cit, cit, cit, Betul, betul, betul.
Timmy: Maukah kau pergi bersama kami?
Sapi Perah Tua: Ya. Kami akan menemukan tempat dimana kami semua bisa hidup bahagia bersama.
Anjing Jalanan(jantan): Sstt. Ada yang datang. Tidak tahu siapakah mereka.
Pencuri A(laki-laki): Kita sudah hampir kehabisan semua barang yang kita curi. Bagaimana jika kita keluar, dan mencuri sesuatu?
Pencuri B: Ada beberapa desa dan peternakan di sekitar sini. Di sana pasti ada makanan, dan banyak barang untuk dicuri.
Pencuri C: Nanti dulu, sekarang mari kita mengerjakan salah satunya.
Anjing Jalanan: Apa yang akan kita lakukan?
Timmy: Kita akan mengamati dan mengikuti mereka diam-diam.
Pencuri A: Keluarga ini nampaknya tidak mempunyai banyak uang.
Pencuri B: Ayo kita curi apa saja yang ada.
Timmy: Yah yah!
Timmy: Ini peternakan keluargaku. Mereka mau merampoknya!
SAPI PERAH TUA: Ayo kita bantu Timmy.
Anjing jalanan, Babi gemuk dan Anak ayam: Ya. Ayo kita hentikan mereka
(Hewan-hewan menyerang para pencuri) Pencuri A: Oh, sakit sekali!
Pencuri: Ah! Ah! Ah!
Timmy: Ayah, Ibu, ada pencuri! Ayah, Ibu, ada pencuri!
Orang Tua Timmy: Timmy!
Pencuri: Ah! Ah! Ah!
Ayah Timmy: Mereka melarikan diri.
Ibu Timmy: Dimanakah kau sepanjang hari? Kami sangat khawatir.
Timmy: Aku lari ke hutan, dan bertemu teman-teman hewan. Kalian lihat, merekapun membantu aku mengusir pencuri.
Ketiga Anak Ayam: Cit, cit, cit. Ibu, ibu!
Timmy: Ayah,
Ibu, mulai sekarang kita semua harus menjadi vegetarian (vegan). Untuk
makan daging, kita harus memiliki banyak sekali peternakan. Peternakan
ini mengotori lingkungan dan mempercepat pemanasan global. Bila Bumi ini
hancur, kita tidak bisa hidup lagi. Hewan-hewan peternakan sangat
menderita, dan makan daging berpengaruh buruk pada kesehatan kita.
Pahamkah kalian? Anak ayam dan induknya amat bahagia bersama.
Ayah: Baiklah. Rasanya tidak sulit bagiku bila tidak makan daging.
Timmy: Hore!
Mulai sekarang, peternakan kita akan jadi peternakan hewan bahagia, dan
kita bisa hidup bersama. Kita tidak perlu lagi berkeliaran kemana-mana.
Hanya di sini saja.
Tamat