Acara ini mendiskusikan kemungkinan menjadi Udaratarian, atau hidup tanpa makanan, dan bukan petunjuk yang lengkap. Untuk keamanan Anda, tolong jangan mencoba berhenti makan tanpa bimbingan ahli yang tepat.

Supreme Master TV: Dalam kitab suci, tubuh manusia sering disebut sebagai bait Allah. Namun, sungguh suatu hak istimewa bagi setiap jiwa jika ia dapat menempati kediaman suci yang dihuni oleh Sang Ilahi. Sungguh suatu berkah jika kita dapat terlahir sebagai manusia. Dalam beberapa kesempatan, Maha Guru Ching Hai telah berbicara tentang langkanya kesempatan ini:

Maha Guru Ching Hai: Sangat sulit agar dapat bereinkarnasi ke dunia manusia. Kita harus memiliki cukup Kualitas Manusia. Kita harus memiliki jodoh dengan orang tua dan masyarakat, dengan orang di sekitar tempat kita dilahirkan. Sangat sulit.

Untuk menjadi manusia, kita membutuhkan sejumlah pahala dari perbuatan baik yang telah kita lakukan di masa lampau. 

Supreme Master TV: Sebagai bait Allah yang hidup, tubuh manusia dilengkapi sepenuhnya dengan keajaiban luar biasa yang dapat dibangkitkan dalam diri mereka jika mereka bangkit secara spiritual dan memiliki keyakinan penuh kepada Pencipta segala kehidupan.

Inedia, bahasa Latin untuk “puasa,” adalah kemampuan manusia untuk hidup tanpa makanan. Sejak dahulu kala, sudah ada individu-individu yang dapat menopang dirinya sendiri dengan prana, atau daya hidup vital. Melalui berkah dari Sang Pemurah, para inediat, mereka yang mengikuti gaya hidup tanpa makanan, dapat mengambil energi dari alam untuk memberi makan dirinya: 

Maha Guru Ching Hai: Mereka hidup dari chi yang berasal dari tanah atau dari hutan, dari matahari, serta dari udara. Mereka memanfaatkan semua itu. Atau mereka hidup dari kasih. Dari kasih saja.

Supreme Master TV: Individu tersebut dikenal sebagai breatharian, solarian, waterian, atau pranarian, dan mereka ada dari segala latar belakang kehidupan, kebudayaan, dan dari seluruh sudut dunia. 

Tentu saja segala hal dan keajaiban dalam hidup ini berasal dari Sang Pencipta yang murah hati yang telah merancang kita tanpa batas; kita hanya perlu terhubung ke dalam untuk mengenali hadiah berlimpah kita sebagai anak Tuhan.

Maha Guru Ching Hai dengan penuh kasih merekomendasikan serial mingguan dalam Supreme Master Television yang memperkenalkan individu-individu ini, baik di masa lalu maupun sekarang yang telah memilih untuk hidup tanpa-makanan di Bumi. Semoga kisah spiritual mereka memikat Anda; semoga hati Anda terbuka dan wawasan Anda berkembang.

Kami sekarang mengundang Anda menjumpai Joachim Werdin, seorang mantan Breatharian Polandia yang membaktikan hidupnya untuk berbagi dan menyebarkan informasi tentang kesehatan manusia, terutama gaya hidup breatharian.

Joachim telah hidup tanpa-makanan selama hampir dua tahun. Dalam sebuah wawancara dengan Supreme Master Television, Joachim berbagi pengetahuannya tentang hidup dari cahaya.

Joachim Werdin: Nama saya adalah Joachim Werdin dan saya hidup dari cahaya sejak kehidupan saya di Bumi ini, dimulai hingga saat saya akan meninggalkan tubuh ini. Sama halnya, semua makhluk lainnya yang hidup di planet ini atau tempat lain selalu hidup dari Cahaya. Tentu saja, untuk mengerti apa yang saya bicarakan, saat saya berkata ‘hidup dari Cahaya’, kita perlu mendefinisikan apakah “Cahaya” itu. Karena acap kali kita membicarakan tentang hal-hal yang definisinya tidak kita pahami lalu kesalahpahaman antara orang pun tercipta.

Bagi saya, “Cahaya” hanyalah suatu manifestasi Kesadaran. Saat Kesadaran menciptakan kehidupan di dalam imaginasinya, lalu seorang pengamat luar melihat itu sebagai kilatan cahaya, karena itulah Cahaya, awal dan akhir dari kehidupan. Jika tidak ada Cahaya, tidak ada kehidupan. Jika ada Cahaya, kehidupan ada, tak peduli makhluk jenis apa pun yang hidup, baik jika itu adalah tanaman, polong-polongan, rumput, atau manusia atau malaikat – itu tidak menjadi persoalan. Kita selalu hidup dari Cahaya. Saya juga, baik jika saya ingin atau tidak, karena saya hidup.

Supreme Master TV: Dalam buku elektronik yang ia terbitkan sendiri, “Gaya Hidup tanpa Makanan (Joachim Werdin: Experiencing a Breatharian Lifestyle)”, Joachim lebih lanjut menjelaskan hakikat Cahaya. Cahaya yang maha berada (juga dikenal sebagai energi, prana, chi, ki, orgon, eter, vril, medan quantum) darimana segalanya terbentuk, membuat orang yang tidak mengonsumsi makanan bisa tetap hidup.

IAM (sumber, intisari, penyebab utama, pencipta dari semua makhluk) adalah sumber dari Cahaya ini. Segala hal yang dibutuhkan oleh seorang manusia bagi tubuh dan pikirannya untuk hidup diciptakan langsung dari Cahaya… pikiran dan tubuh manusia diciptakan dari sebuah materi yang muncul secara langsung dari Cahaya. Inilah tepatnya proses yang sama yang disebut penciptaan dunia (Genesis) oleh Big Bang (dentuman besar).

Supreme Master TV: Apakah yang pada awalnya memotivasi Joachim untuk menjadi tanpa-makanan? Seperti halnya kita semua, Joachim adalah seorang manusia biasa yang pada saat remaja telah mengembangkan suatu minat terhadap supernormal dan semua hal yang esoterik. Minatnya pada saat itu mencakup radiesthesia (paranormal atau kemampuan parapsikologis) untuk mendeteksi “pancaran” atau “aura”, di dalam tubuh manusia), yoga, terapi bioenergi (berkaitan dengan pembetulan kekacauan energetik dalam aura manusia), pengembangan spiritual dari jiwa manusia, pola makan yang sehat, dan penyembuhan dengan berpuasa. Sejak saya berusia 16 tahun, saya bereksperimen dengan tubuh saya.

Joachim Werdin: Sebenarnya, saya memulainya jauh lebih dini. Salah satu hal yang saya lakukan selagi berada di Bumi adalah untuk menyebarkan informasi yang bisa membantu orang untuk memulihkan kondisi alami dari kehidupan di Bumi. Salah satu dari hal ini, yang mungkin alami bagi banyak orang, adalah suatu kehidupan dimana seseorang tidak membutuhkan apa pun dari luar, misalnya ia berhenti untuk menjadi sesuatu yang mengonsumsi energi. Ia beralih menjadi sesuatu yang bisa Anda sebut matahari. Manusia semacam itu lalu bebas dari apa pun dan dari siapa pun. Salah satu dari tahap ini dalam perjalanan menuju kebebasan seutuhnya adalah kehidupan dimana seorang manusia tidak butuh makanan, bahkan tidak perlu minum. Ada yang bahkan melangkah lebih jauh lagi dan tidak perlu bernapas, ada yang bahkan lebih jauh lagi dan tidak memerlukan temperatur yang layak agar berada dalam bentuk fisik yang luar biasa.

Saat berusia 16 tahun, saya putuskan untuk berpuasa, untuk melihat bagaimana jika kita puasa. Kebetulan saja bahwa saat itu saya sakit dan saya tahu bahwa berpuasa adalah salah satu metode terefektif di Bumi untuk menyembuhkan tubuh, maka saya memutuskan untuk mengalami proses berpuasa. Dan saya tidak makan selama 4 hari, lalu saya pergi ke sekolah – waktu itu adalah musim dingin jika saya tidak salah ingat dan saya bisa lebih lama lagi tanpa makanan.

Penyakit saya, tentunya, lenyap setelah 2 hari, tetapi saya menyukainya, maka saya melanjutkan berpuasa. Saya bisa berpuasa jauh lebih lama, tetapi tekanan dari orangtua saya begitu kuat sehingga setelah 4 hari saya tak bisa lagi menentang mereka dan saya kembali makan dengan suatu pengalaman yang sangat menarik – bahwa puasa menyembuhkan kita dengan amat cepat.

Supreme Master TV: Setelah pengalaman awalnya berpuasa untuk menyembuhkan penyakit yang ia derita, bertahun-tahun kemudian barulah Joachim sekali lagi mempertimbangkan untuk menjalani suatu gaya hidup yang bebas dari ketergantungan terhadap makanan fisik. Pada saat itu, Joachim telah menjalani suatu kehidupan yang penuh, bekerja di berbagai bidang. Ia lulus sekolah pada usia 20 tahun dan bekerja sebagai seorang ahli kimia bagi Institute of Heavy Organic Synthesis di Kędzierzyn-Koźle di Polandia bagian Selatan.

Lima tahun kemudian, ia meninggalkan institut itu dan berkelana ke lebih dari 30 negara untuk mengajar bahasa Esperanto. Formosa (Taiwan) adalah negara terakhir yang ia kunjungi dimana ia berjumpa dengan istrinya dan juga mendirikan sebuah perusahaan penerbitan. Saat kembali ke Polandia, ia mendirikan sebuah sekolah bahasa asing. Kemudian, ia memulai sebuah bisnis baru yang berkaitan dengan komputer.

Joachim pada akhirnya menutup bisnis komputernya pada tahun 2005 dan membaktikan hidupnya untuk berbagi informasi dan membantu orang lain dalam jalur mereka untuk mencapai gaya hidup yang lebih sehat dan bebas ketergantungan.

Setelah puasanya yang pertama di tahun 1979, sejak saat itu Joachim telah menyelidiki dan bereksperimen dengan gaya hidup yang berbeda, mendokumentasikan pengamatan dan hasilnya yang mana nantinya ia pakai sebagai rujukan untuk menuntun orang lain dalam perjalanan mereka. Suatu gaya hidup tanpa makanan fisik adalah salah satu eksperimen yang berlangsung selama hampir 2 tahun,.

Joachim Werdin: Saya melakukan banyak eksperimen lain, saya rasa lebih dari 100, dalam 30 tahun berikut hingga sekarang tentang makanan, pola makan dan penyembuhan-diri-sendiri dan salah satu yang sangat menarik minat saya adalah kehidupan yang benar-benar tanpa makanan, yang saya mulai di bulan Juli 2001, saat saya memutuskan untuk berhenti makan.

Supreme Master TV: Keluarganya telah pergi untuk liburan 5-minggu. Joachim berada di rumah sendirian bekerja, dan lebih sering daripada biasanya, ia dengan serius mempertimbangkan untuk tidak makan sama sekali.

Joachim Werdin: Saya putuskan untuk mengalami kehidupan tanpa makanan, tetapi saya tak melakukan persiapan fisik apa pun, hanya secara mental. Saya hanya memprogramkan naluri dan tubuh saya pada arah itu. Saya ingat bahwa pada hari terakhir di bulan Juni kami makan pizza. Saya makan begitu banyak sehingga perut saya sakit. Dan pada hari pertama bulan Juli, saya berkata, “Cukup. Sejak saat ini, saya akan hidup tanpa makanan.” Saya ingin melihat bagaimana hal itu bekerja pada tubuh saya.

Sebelum itu, saya melakukan banyak puasa dalam jangka waktu berbeda, maka pada beberapa minggu pertama tanpa makanan, tidak ada yang tidak lazim – itu hanyalah puasa lain sebagaimana puasa yang lain sebelumnya. Namun, setelah 2, 3 bulan – atau bahkan 1 bulan – itu menjadi kehidupan tanpa makanan.

Supreme Master TV: Karena ia telah berpuasa banyak kali sejak ia berusia 16 tahun, mudah bagi Joachim memutuskan begitu saja untuk berhenti makan. Namun, ia menganjurkan bahwa bagi beberapa orang, persiapan itu mungkin jauh lebih lama. Untuk alasan ini, Joachim menulis buku “Gaya Hidup tanpa Makanan” dimana ia menjabarkan cara yang berbeda agar orang bisa mengadaptasikan tubuh agar menjadi tanpa makanan.

Joachim Werdin: Apa yang dibutuhkan manusia untuk hidup? Apa jenis zat yang dibutuhkan tubuhnya untuk berfungsi secara normal? Dari riset dan pengalaman atas tubuh saya, ini tergantung hampir sepenuhnya pada keyakinan seseorang.

Karena apa yang ia yakini, terutama jika ia sangat melekat pada keyakinan, itu secara emosional kadang ia akan semakin berjuang untuk itu. Jadi, ini adalah visualisasi yang sangat kuat dimana ia memprogramkan nalurinya sendiri. Naluri merupakan sesuatu yang tidak berpikir tapi bekerja secara tepat sesuai dengan program yang telah dibentuk oleh manusia itu sendiri, atau lingkungan di dalam dirinya.

Ada beberapa jenis manfaat tak langsung yang merupakan hasil dari keyakinan seseorang, dan itu menjadi bagian dari nalurinya sebagai suatu bentuk pemrograman dari lingkungan. Ini berbeda pada setiap orang.

Melihat pada proses ini, khususnya saat hidup tanpa makanan, saya menyimpulkan bahwa apa yang benar-benar dibutuhkan seseorang untuk hidup hanya satu saja: suatu kehendak untuk hidup. Tapi, kehendak ini adalah efek dari ketergantungan pada kekuatan batin orang itu, pada sang Diri, pada fragmen kesadaran yang menciptakan pikiran dan tubuh, yang kita namakan “manusia”.

Jadi saat seseorang memiliki kehendak tersebut, ia merasakan kekuatan batinnya sendiri, bahwa ia benar-benar sumber dari tubuh dan pikiran ini. Kemudian, berdasarkan itu, ia membuat keputusan tersebut, sebagai contoh, ia akan hidup tanpa makan dan minum dan ini telah cukup baginya untuk terus hidup. Tubuh dan pikiran hidup dan berfungsi karena ia sendiri telah memutuskan itu.

Supreme Master TV: Sama halnya dengan semua individu lainnya yang telah memilih gaya hidup tanpa makanan, Joachim juga melewati tahap transisi tersebut dimana tubuhnya dibersihkan dan memprogramkan kembali dirinya sendiri.

Joachim Werdin: Dalam kaitannya dengan gejala-gejala – gejala-gejala atau reaksi dari tubuh, reaksi dari pikiran terhadap penghindaran makanan – ada banyak dari reaksi itu, ada berlusin-lusin dan itu sangatlah individual dan bergantung pada seseorang. Gejala itu muncul pada permulaan, pada beberapa hari pertama, beberapa minggu. Gejala itu sama dengan yang muncul selama puasa penyembuhan. Ketika orang berhenti makan, jumlah gejala-gejala tersebut dan intensitasnya tergantung pada seberapa tercemarnya tubuh manusia dengan zat-zat kimia yang ia makan, dalam air, dalam makanan, dalam udara yang ia hirup. Karena, pada saat seseorang berhenti makan, tubuhnya beralih secara otomatis dan segera mengarah kepada proses pemurnian.

Proses pemurnian bertujuan untuk menyingkirkan segala yang tak diperlukan dan yang merugikan tubuh. Proses pemurnian adalah langkah pertama menuju pemulihan tubuh manusia ke keadaannya ideal. Sebagai hasilnya, yang disebut sebagai gejala, yang mana tidak nyaman, pun terjadi. Beberapa yang paling umum adalah sakit kepala, pusing, merasa lapar, merasa kering, bintik merah, demam… Ada banyak dari gejala itu. Itu juga sangat individual.

Dari orang yang tidak merasakan apa pun – mereka sepenuhnya merasa baik sepanjang waktu – sampai orang yang hampir kehilangan kesadaran, merasa lemas, atau hampir sekarat. Ini adalah transisi yang bersifat sangat pribadi bagi setiap orang.

Supreme Master TV: Begitu seorang individu memulai gaya hidup tanpa makanan, itu adalah suatu tanda bagi tubuh untuk mulai memperbaiki diri karena ia tidak perlu lagi mengurus pengolahan makanan fisik sehari-hari. Secara singkat, gejala itu muncul karena tubuh memperbaiki dirinya baik tubuh maupun pikiran.

Joachim Werdin: Umumnya orang mendapat beberapa gejala yang disebabkan pembersihan. Gejala itu disebabkan oleh fakta bahwa organ internal manusia sedang dimodifikasi – itu berarti agak berubah. Di antaranya, organ itu menyusut – perut, usus – yang menyebabkan aliran darah berubah. Aliran oksigen menjadi berbeda, otot-otot mulai bekerja secara berbeda, yang menyebabkan rasa sakit. Ini adalah proses-proses individual. Itu bergantung pada antara lain seberapa banyak lemak yang dimiliki seseorang dan apa pola makan sebelumnya, masing kasus akan berbeda.

Supreme Master TV: Gejala-gejala lain mungkin muncul yang tidak berhubungan dengan kondisi fisik seseorang atau susunan gen.

Joachim Werdin: Ini salah satu gejala yang paling umum, yang terjadi di daerah beriklim non-tropis atau non-subtropis – orang yang berpuasa atau mencoba beralih ke inedia merasa dingin. Jari-jari menjadi dingin – kaki, tangan, hidung, telinga – mereka umumnya merasa dingin, dan mereka menyusut. Itu adalah suatu proses yang terjadi secara khusus pada tahap awal puasa atau peralihan ke inedia.

Itu adalah akibat dari fakta bahwa perubahan besar dan cepat sedang berlangsung dalam sistem hormon manusia yang menyebabkan gangguan sirkulasi darah dan kontraksi otot, termasuk gangguan terhadap aliran listrik dalam urat-urat saraf.

Cara termudah untuk mengatasi gejala ini adalah pindah ke daerah beriklim tropis. Secara umum, iklim yang berada di luar daerah tropis dan subtropis tidaklah cocok untuk kehidupan manusia. Itu adalah iklim dimana manusia hanya bisa tinggal selama musim panas. Kita jelas bisa hidup pada iklim ini karena kita bisa menyimpan makanan, karena kita bergerak. Tapi sungguh, iklim ini tidak sesuai untuk kehidupan yang normal untuk manusia.

Supreme Master TV: Tidak seperti gejala lain, sensasi perasaan dingin mudah diatasi. Joachim menyarankan beberapa cara praktis.

Joachim Werdin: Seseorang dapat mengatasi gejala ini, tanpa peduli dimana dia tinggal, bahkan jika, misalnya, seseorang yang tinggal di Mongolia, yang bertemperatur dengan minus 40 derajat Celcius pada musim dingin, berhenti mengonsumsi makanan, ia dapat mengatasi hal ini dengan latihan energi. Ini adalah olahraga yang yang dilakukan secara fisik, ketika seseorang berfokus pada aliran energi di seluruh tubuhnya, dan konsentrasi pada aliran energi ini menghasilkan pergerakan tubuh. Beberapa latihan ini telah dikembangkan ke dalam sistem-sistem seperti Chikung, Tai-Chi yang diajarkan. Namun, seseorang tidak perlu melakukan olahraga energi.

Sudah cukup jika ia berfokus pada energi yang ia hasilkan dengan merasakan kekuatan dalam dirinya sendiri lalu mendistribusikannya ke seluruh tubuh. Ia bisa membayangkan cahaya atau panas dan menyebarnya. Dengan berfokus, dia mulai merasakan tubuhnya ingin melakukan beberapa gerakan khusus, hingga dia berfokus pada energi ini dan tubuh melakukan gerakan-gerakan, dan dia mengalami suatu aliran energi yang bahkan lebih kuat. Ini akan secara otomatis membuatnya merasa hangat.

Ada juga latihan-latihan energi lainnya, seperti penggunaan air. Ketika seseorang mandi air panas, buatlah air itu menjadi sangat panas terlebih dahulu lalu sangat dingin, panas kembali, lalu dingin – secara bergantian. Setelah beberapa waktu, jika seseorang mengubah gaya hidupnya ke gaya hidup tanpa makanan, ke inedia, setelah beberapa saat gejala ini, masalah ini, akan benar-benar hilang, dan ia tidak merasa dingin, tak peduli akan temperatur.

Tapi, seperti yang telah saya sebutkan, bagi seseorang yang ingin terus menjadi bebas makanan, atau inedia, paling mudah melakukannya di daerah tropis.

Supreme Master TV: Dalam bukunya, "Gaya Hidup Tanpa Makanan," Joachim menyebutkan gejala lain yang mungkin dihadapi seseorang selama proses transisi selama proses transisi untuk menjadi seorang breatharian. Gejala ini termasuk rasa takut, lemah, dehidrasi, mual dan muntah, turunnya berat badan, sakit, demam, kehilangan gigi, kehilangan rambut dan pembengkakan sendi.

Mengenai rasa takut, Joachim yakin bahwa itu adalah halangan terbesar untuk menjadi tanpa makanan. Jika seseorang tidak dapat mengalahkan ketakutan ini, dia menyarankan agar tidak melakukan gaya hidup ini karena ini hanya akan membahayakan.

Solusi untuk mengatasi ketakutan ini dan meneruskan proses transisi tersebut, Joachim menyarankan sebuah latihan mental yang akan mengalahkan ketakutan; Duduk atau berbaring dalam posisi yang rileks dan buatlah diri Anda hening. Bernafaslah dengan bebas dan tenang, konsentrasi pada perasaan Kasih, dimana Anda adalah sang sumber yang secara alami memancar dari Anda. Rasakanlah bahwa di pusat keberadaan Anda, sumber kehidupan Anda hadir di sana. Sumber ini selalu memancar seintensif yang diizinkan oleh pikiran Anda. Maka sekarang biarkanlah dia mewujud secara utuh. Biarkan bersinar seperti mentari, menghangatkan keseluruhan dan sekeliling Anda. Biarkanlah itu sepenuhnya, dan rasakan Kasih. Rasakan, rasakan… betapa Kasih meliputi Anda dan segala yang ada di sekitar Anda. Jangan menciptakan Kasih, jangan menciptakan apa pun dimana Andalah sumbernya – Kasih mewujudkan dirinya jika Anda mengizinkannya.

Serupa dengan sensasi dingin, perasaan akan kelemahan fisik adalah salah satu dari gejala yang paling umum, walaupun tidaklah berarti bahwa semua orang yang menjalani proses tanpa makanan akan mengalaminya. Untuk mengatasi perasaan lemah ini, Joachim menyarankan latihan-latihan energi dan latihan fisik ringan, seperti latihan isometrik, yoga, Chikung, dan Tai-Chi.

Latihan-latihan ini harus dilakukan setiap hari, kecuali ketika tubuh memerlukan istirahat, yang hanya dapat dicapai melalui tidur. Untuk mual dan muntah, Joachim menjelaskan bahwa ini hanyalah akibat dari tubuh yang membersihkan diri dari racun yang terakumulasi: Dalam proses melarutkan dan menghilangkan konkresi lama, racun-racun yang terakumulasi dan kelebihan lemak, tubuh mengeluarkan zat-zat berbeda ke dalam darah. Darah, beredar ke seluruh tubuh, juga melewati pusat otak, yang mengendalikan reaksi mual dan muntah.

Jadi racun-racun yang beredar di dalam darah menyebabkan gejala yang tak menyenangkan, seperti sakit, mual, atau bahkan muntah... Tubuh membuka segala hal dan mencoba membuang mereka dengan cara berbeda yang memungkinkan. Inilah alasan mengapa lebih baik untuk membantu tubuh dengan berpuasa dalam situasi semacam ini. Mulai makan ketika situasi seperti ini datang berarti menghentikan pembersihan dan penyembuhan.

Selama proses transisi, Joachim mengalami sakit fisik dimana dia harus mendapatkan bantuan dari orang yang ahli.

Joachim Werdin: Selama periode tanpa makan, pada awalnya - waktu itu di bulan keempat, saya kira - sesuatu telah terjadi dalam tubuh saya dan saya mulai merasa sakit di sini, dan di sini, dimana-mana... Saya pergi ke rumah sakit untuk mendapat obat penahan sakit karena sakitnya sangatlah kuat. Maka mereka memberi saya obat ini dan berkata bahwa batu ginjal menyumbat saluran kencing. Jadi, saya menemukan bahwa saya memiliki batu ginjal setelah 4 bulan hidup tanpa makanan, saya memutuskan untuk membiarkan ginjal saya. Setelah mereka memberi saya obat tersebut - penahan sakit dan penenang - mereka juga mengambil foto dan berkata bahwa sebenarnya itu bukanlah batu; tapi sejenis "gel" yang dapat dilihat pada satu foto, tetapi di foto berikutnya tidak ada, hilang dengan sendirinya.

Supreme Master TV: Menurut Joachim, gejala-gejala ini akan berbeda pada setiap orang. Pada umumnya, gejala ini akan lenyap dengan sendirinya ketika tubuh menyelesaikan pembersihan. Saat seseorang menjalani proses transisi untuk menjadi tanpa makanan, Joachim menganjurkan untuk mempertahankan keadaan pikiran yang positif dan suatu visual kesehatan fisik dan kesejahteraan. Jadi, tindakan terbaik adalah hanya menunggunya keluar dan jangan biarkan ketakutan menghalangi proses ini.

Joachim Werdin: Apa yang telah saya periksa dan yang saya harapkan benar dan yang saya alami kemudian adalah bahwa energi dari frekuensi tertinggi, berbicara secara teknis, sumber kehidupan – yang merupakan kualitas terbaik – adalah saat kita merasakan kekuatan dalam diri kita sendiri. Karena semakin seseorang merasakannya di dalam batin – lebih kuat dan dalam di dalam – semakin banyak kekuatan ini dimiliki seseorang. Anda juga dapat melupakan tentang ini – itu pengalaman yang sangat menarik saat Anda melupakannya dan tidak merasakannya. Lalu Anda berkonsentrasi pada apa yang dinamakan prana dan hidup dari prana. Dan juga mungkin bahwa Anda menarik prana dari sesuatu. Yang paling mudah adalah menariknya dari tanah, dari udara, dari matahari. Ini juga adalah sebuah sumber energi yang sangat baik; sangat efisien dan sempurna. Seorang manusia dapat hidup ratusan tahun dengan mendapatkan energi hanya dari prana.

Supreme Master TV: Untuk diberi makan oleh prana atau energi kosmik adalah sebuah proses alami dan spontan segera setelah memperoleh pengetahuan tentang bagaimana melakukan hal itu dengan benar. Tetapi, kita juga dapat membuatnya sebagai suatu proses yang sadar.

Selama dua tahun hidup tanpa makanan, Joachim secara sadar berhubungan dengan lingkungan alamiah di sekitarnya untuk menarik prana.

Joachim Werdin: Saya akan berjalan keluar, dengan bertelanjang kaki, berdiri di atas tanah, merasakan Bumi dan energinya sembari merasakan sinar matahari pada tubuh saya. Saya akan menjadi sesuatu yang menyerap prana dari semua arah pada saat yang sama – dari tanah, dari atas, dan dari samping… Lalu saya merasakannya mengalir di dalam diri saya… Saya salurkan itu ke semua saraf, ke semua sel, ke semua pembuluh darah, dan lain-lain.

Supreme Master TV: Pengalaman yang secara sadar menyerap prana adalah suatu proses yang dipilih oleh Joachim untuk dilakukan sebagai bagian dari eksperimennya untuk hidup dari prana. Faktanya, itu adalah kesenangan yang membahagiakan untuk menyatu dengan alam dan dunia alamiah.

Joachim Werdin: Saya melakukannya sekali dalam beberapa hari, atau beberapa minggu, atau beberapa bulan. Kadang beberapa kali dalam sehari, tergantung pada keadaan. Ketika saya berada di luar dan keadaan cuaca baik – cuaca yang hangat dan ada tempat untuk berjalan bertelanjang kaki – saya lakukan itu karena senang. Saya akan bandingkan ini dengan keadaan ketika seseorang suka minum kopi dan kondisi itu cocok – ia sedang duduk di sore hari, membuat kopi agar merasa berenergi, merasa lebih baik– jadi saya melakukan itu.

Sebagai pengganti membuat kopi saya menyerap energi dari lingkungan. Tapi saya tidak butuhkan itu dalam cara apa pun juga. Saya tidak memerlukannya karena sering ada saat dimana saya merasa tingkat energi tubuh saya rendah, maka cukup bagi saya untuk duduk, seperti sekarang, dan berkonsentrasi pada diri sendiri, lalu saya merasa kekuatan ini di dalam diri saya dan dengan seketika, energi kehidupan itu, cahaya, meningkat secara dramatis.

Ketika saya menutup mata, saya dapat melihat cahaya jadi saya akan melihat semburan cahaya dengan seketika, dan saya dapat distribusikan cahaya ini (ke seluruh tubuh) dan itu sudah cukup. Dan tidak peduli apakah saya berada di bawah sinar matahari, di pantai, atau di ruangan bawah tanah yang gelap – itu selalu bekerja dengan cara yang sama.

Jadi kapanpun saya melupakan diri sendiri, contohnya, saat mengemudi untuk waktu yang lama atau duduk dalam kelompok besar orang dimana setiap orang terpusat pada apa yang saya katakan – jadi setiap orang agaknya menarik informasi, energi, dari saya, sebanyak mungkin – maka saya merasakan tingkat energi saya menurun.

Saat itu saya hanya lupa untuk hidup dari energi dalam diri saya, dari kehendak hidup saya. Dalam kasus seperti ini, cukup bagi saya untuk berfokus, beberapa detik sudah cukup dan tingkat energi saya kembali.

Supreme Master TV: Begitu seseorang telah melalui proses perubahan itu dan mencapai tahap tanpa makanan, manfaatnya bermacam – secara spiritual, fisik, maupun mental.

Joachim Werdin: Inedia atau hidup tanpa makan secara alami menuntun tubuh seseorang kepada keadaannya yang optimal. Dengan kata lain, ketika seseorang melepaskan apa yang tidak perlu bagi tubuhnya – itu tidaklah harus dengan hidup sepenuhnya tanpa makanan – tubuh memiliki program yang terbentuk di dalam dirinya dan secara alami cenderung untuk memulihkannya kepada keadaannya yang sempurna kembali ke keadaannya yang alami, tubuh itu sempurna; berfungsi sempurna.

Dalam kasus saya, setelah melakukan eksperimen dengan tubuh saya selama 30 tahun, saya akan mengatakan bahwa tubuh saya ada dalam keadaan terbaik saat saya tidak makan apa pun – maksudnya saya tidak makan apa pun dari luar. Pada saat itu saya dapat membawa tubuh saya kepada keadaannya yang sempurna.

Supreme Master TV: Selain dari mengalami kebugaran fisik, manfaat mental dari gaya hidup tanpa makanan sangat mengejutkan. Sudah pasti, pengaruh ini bervariasi tergantung pada kasus dari setiap individu.

Joachim Werdin: Kehidupan tanpa makanan, peralihan ke Inedia, memiliki pengaruhnya – yang bisa saya sebut sebagai efek sampingan. Salah satu efek sampingan itu adalah bahwa beberapa dari kemampuan tersembunyi yang bersifat alami bagi semua manusia itu mulai hidup. Dari apa yang telah saya amati, itu adalah hasil dari komunikasi elektris antara hemisfer kanan dan kiri otak yang menjadi lebih kuat.

Seseorang juga dapat merasa hal itu dalam tubuhnya, dalam keseluruhan sistem energi, bagaimana ia mengalir di dalam. Saya tidak tahu bagaimana menjabarkannya, mungkin itu serupa dengan aliran sirkulasi darah di dalam tubuh. Seseorang dapat merasakan aliran energi maka itu sungguh jelas bahwa seluruh sistem energi, sistem saraf, terbangkitkan dengan kuat. “Terbangkitkan” dalam arti bahwa lebih tersimpan pada keadaannya yang alami. Keadaan “dalam kekacauan”, sebagaimana yang sering saya sebut, agaknya ditolak. Dan banyak dari kemampuan yang kita sebut supernormal membutuhkan aliran energi yang kuat ini untuk memanifestasikan diri mereka secara spontan.

Tidak semua orang mengalami itu, tetapi banyak yang akan berkata bahwa jika mereka berkonsentrasi dalam arah ini, jika mereka ingin melakukan beberapa latihan… katakanlah untuk kewaskitaan, atau melihat aura, atau mungkin manipulasi – berkelana keluar tubuh, manipulasi waktu, perjalanan waktu – semua itu datangnya lebih mudah kepada mereka. Hasilnya datang lebih cepat saat mereka memfokuskan upaya mereka ke arah itu. Itu bukanlah suatu norma, bukan untuk setiap orang, tetapi saya perhatikan bahwa itu lebih mudah.

Supreme Master TV: Dalam bukunya, “Gaya Hidup tanpa Makanan,” Joachim membicarakan secara lebih terperinci beberapa manfaat yang dapat dialami seseorang sebagai hasil dari gaya hidup tanpa makanan. Itu mencakup kesehatan sempurna, kebebasan, ekonomi, energi kehidupan, kreatifitas, pertumbuhan spiritual dan peremajaan tubuh. Marilah kita melihat pada beberapa manfaat ini.

Kualitas hidup seperti apakah yang diinginkan ketika kita tak pernah khawatir lagi tentang biaya pengobatan? Bayangkan tubuh Anda bekerja dengan sempurna tanpa ada tanda-tanda suatu penyakit. Tanpa pilek, rinitis, batuk, sakit, kelelahan, kelesuan. Tubuh Anda sehat dan bersih seolah itu adalah tubuh bayi yang sehat sempurna dalam usia beberapa bulan.

Sistem kekebalan tubuh berfungsi dengan sangat efisien bahkan ketika Anda tinggal dengan sekelompok orang yang menderita pilek, influenza atau penyakit menular lain, orang yang bersin, batuk atau mengeluarkan ingus di sekeliling Anda, itu tidak mempengaruhi kesehatan Anda.

Joachim mengaitkan masuknya racun-racun ke dalam tubuh melalui konsumsi makanan, terutama produk makanan yang diproduksi secara industri.

Dalam kaitannya dengan kebebasan dan ekonomi, kita tak pernah harus khawatir tentang tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan segalanya yang kita ingin lakukan, dan kita tidak pernah harus terikat oleh kebutuhan dari tubuh fisik kita lagi.

Lebih jauh lagi, kita hemat banyak uang saat kita tidak harus menghabiskannya untuk makanan dan semua hal yang berhubungan dengan hal itu. Tidak peduli apakah dia orang kaya atau orang miskin tanpa apa-yang-disebut-sebagai “cara untuk bertahan hidup,” tubuh mereka hidup dan berfungsi dengan sempurna dan mereka menikmati kesejahteraan. Kehidupan seorang inediat tidak bergantung pada makanan dan semua kerepotan yang berkaitan dengan memperolehnya.

Dalam kaitannya dengan energi kehidupan, Joachim yakin bahwa alasan mengapa para breatharian memiliki tingkat energi yang sedemikian tinggi – memerlukan waktu tidur dan istirahat yang lebih sedikit dan bisa bekerja dalam waktu yang lama tanpa merasa lelah - adalah akibat dari fakta bahwa 90-99% energi manusia dipersembahkan untuk mencerna makanan dan melenyapkan kotoran.

Bayangkan jika tak ada makanan untuk dicerna atau kotoran untuk dilenyapkan? Itu adalah energi yang banyak bagi tubuh manusia untuk dirutekan dan didistribusikan kembali untuk lebih lanjut memakai dan mengembangkan bakat yang tertidur termasuk kreativitas yang meningkat dan kemajuan spiritual yang tinggi.

Konsentrasi, kontemplasi, visualisasi dan latihan pikiran lainnya dilakukan dengan lebih baik, hasil yang dikehendaki dicapai lebih cepat dan lebih mudah. Juga mendiamkan pikiran menjadi lebih mudah, yang membawa kita lebih dekat titik untuk masuk ke dalam meditasi. Lebih mudah untuk melihat Cahaya dan merasakan Kasih sumber asal kita.

Jika Anda dapat melihat aura, Anda akan memperhatikan bahwa aura itu berkilau di sekitar orang yang hidup tanpa makanan. Aura itu berbentuk simetri, mendenyutkan kehidupan dan,penjelasannya secara singkat, adalah indah.

Ketika menjalani gaya hidup tanpa makanan, Joachim membuat suatu pengamatan yang menarik akan hidup bebas-makan dan bebas-obat terlarang.

Joachim Werdin: Ketika saya memeriksa bermacam gejala yang terjadi ketika seseorang berhenti minum obat terlarang – sesuatu yang kita kenali secara resmi sebagai obat terlarang, seperti kafein dalam kopi, teh, atau bahan-bahan lainnya yang secara ilmiah dianggap sebagai obat terlarang– ada beberapa gejala, seperti sakit kepala, tidak enak badan... Jika transisi ini terjadi dengan tiba-tiba, gejala-gejala ini sangatlah kuat.

Jika proses itu secara bertahap, gejala-gejala tersebut lebih lemah atau tidak terjadi. Telah saya perhatikan bahwa gejala identik yang tepat sama terjadi ketika seseorang berhenti makan dan saat dia mulai makan lagi. Dari pengamatan saya tidak ada perbedaan. Pecandu obat terlarang yang membebaskan dirinya dari kecanduan sepenuhnya dan kembali memakai obat itu memiliki beberapa gejala. Seseorang yang telah membebaskan dirinya sepenuhnya dari makanan lalu kembali makan akan memiliki gejala yang tepat sama (seperti halnya pecandu obat) Saya tidak melihat perbedaan Inilah salah satu bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa makan adalah obat terlarang,

Supreme Master TV: Lebih jauh lagi, Joachim percaya bahwa makanan yang diproses tidak sehat bagi tubuh manusia karena banyak dari apa yang kita konsumsi dianggap “makanan mati”.

Joachim Werdin: Semakin banyak suatu produk diproses, semakin sedikit hidup yang dimilikinya karena apa yang kita lihat sebagai aura adalah perwujudan kehidupan dalam buahan atau tanaman, jadi semakin banyak sebuah produk diproses, semakin sedikit aura yang dapat Anda lihat. Jadi jika kita mengambil, katakanlah pir, pir itu cantik, indah, sempurna, secara sempurna cocok untuk tubuh Anda, ia memiliki aura yang indah dan begitu penuh energi sehingga menghangatkan tangan Anda. Tetapi, jika Anda letakkan ke dalam air mendidih dan merebusnya dan ketika Anda keluarkan, ia mati sepenuhnya. Benar? Jika kita ambil bulir jagung– padi-padian atau rumput karena jagung adalah rumput yang dimodifikasi secara genetik– jika kita ambil padi-padian dari rumput yang kita makan, ia jatuh ke tanah, Anda mengambilnya, ia penuh getaran kehidupan. Tapi, saat Anda giling, Anda telah melihat bahwa terdapat lebih sedikit kehidupan di dalamnya. Ketika Anda memakainya untuk memanggang roti, maka ia lebih “mati” daripada batu, daripada pasir. Saya perhatikan bahwa semakin sesuatu diproses, semakin “mati” ia jadinya. Sebagai konsekuensinya, makanan yang paling “mati” – dan paling berbahaya– adalah makanan yang dipanggang pada temperatur tinggi: kentang goreng, keripik kentang, pizza, dan lain-lain., donat. Sebagai kebalikannya, makanan yang penuh kehidupan adalah makanan yang secara langsung dipetik dari pohon ketika matang, atau diambil dari tanah ketika mereka telah jatuh dari pohon.

Supreme Master TV: Joachim yakin bahwa kemampuan menjadi breatharian bukanlah suatu bakat yang hanya khusus pada tipe orang tertentu. Faktanya, itu adalah suatu kemampuan bawaan yang dimiliki semua manusia.

Joachim Werdin: Secara potensial setiap orang dapat hidup tanpa makanan, secara potensial. Ini adalah sesuatu yang ada di dalam diri seseorang, menanti untuk ditemukan dan dikembangkan. Saya yakin bahwa di masa depan Bumi – meskipun saya tidak tahu seberapa jauh ke masa depan, apakah dalam 20 tahun atau 2.000 tahun, atau 26.000 tahun – tetapi saya yakin bahwa di masa depan, orang yang tinggal di planet ini akan makan lebih sedikit. Mereka akan makan lebih banyak demi kesenangan, sama seperti sekarang ketika org menemukan kesenangan dalam meminum segelas teh, misalnya, atau makan sebatang coklat, tetapi mereka tidak lagi akan merasa bahwa mereka perlu makanan untuk mendapatkan gizi. Saya yakin di masa depan orang-orang di Bumi akan secara alami tahu bahwa itu hanya hal yang normal dan hanyalah masalah pilihan.

Untuk menghubungi Joachim Werdin untuk informasi yang lebih banyak, silakan kunjungi http://inedia.info atau email jmw@niejedzenie.info